Who Moved My Cheese? (bag.2)

Juni 24, 2006 at 9:38 am 1 komentar

cerita yang kemaren dilanjutin yah.

Semakin hari, Hem dan Hew bangun lebih siang, berpakaian lebih lambat, dan berjalan ke Stasiun Keju C. Pokoknya, mereka yakin bahwa Keju itu ada disana, ga peduli dari mana datangnya keju itu, atau siapa yang meletekkannya disana. Pokoknya, mereka sudah berasumsi bahwa Keju itu akan selalu ada disana.

Begitu tiba di stasiun Keju C, Hem dan Haw segera merasa berada di rumah. Mereka melepaskan baju olahraga, melemparkan sepatu dan menggantinya dengan sandal. Mereka merasa sangat nyaman sekarang karena mereka telah menemukan Keju.

“Hmm… enak banget.
Disini ada sedemikian banyak keju yang cukup untuk kita selamanya”, kata Hem

Makin lama, mereka bahkan memindahkan rumah mereka agar dekat dengan Stasiun Keju C. Haw mendekorasi dinding dengan kata-kata dan gambar Keju. Salah satunya bertuliskan:

Memiliki Keju Membuat Kita Bahagia…

Kadang-kadang mereka mengundang teman mereka untuk memamerkan keju-keju itu. Kadang mereka membagi kejunya, kadang pula tidak.

“Kita berhak atas semua keju-keju ini”, kata Hem
“Kita jelas-jelas sudah berusaha sedemikian keras untuk menemukannya”

Hal ini berlangsung cukup lama. Kepercayaan diri Hem dan Haw membesar dan berubah menjadi kesombongan akan rasa sukses. Mereka merasa nyaman dan tidak menyadari apa yang terjadi di sekitarnya.

Di lain pihak, Sniff dan Scurry tetap bertahan dengan rutinitas mereka. Mereka sampai pagi-pagi, mengendus-endus dan berkeliling stasiun, memeriksa apakah ada perubahan dibandingkan hari kemarin. Barulah kemudian mereka duduk dan menikmati keju.

Pada suatu pagi, mereka tiba di Stasiun Keju C dan menemukan bahwa disana sudah tidak ada lagi keju.

Mereka tidak terkejut, karena Sniff dan Scurry menyadari bahwa persediaan keju semakin lama semakin menipis. Mereka telah menyiapkan diri dan tau apa yang akan dilakukan. Mereka saling melihat, melepaskan sepatu yang menggantung di leher, memasangnya, dan segera menuju labirin untuk mencari persediaan keju yang baru.

Para tikus tidak menganalisa keadaan secara berlebihan.

bagi para tikus, masalah dan solusinya adalah sederhana. Situasi di Stasiun Keju C telah berubah, jadi mereka pun memutuskan untuk berubah.

Sniff meninggikan hidungnya, mengendus-endus, dan memberi isyarat kepada Scurry, yang ternyata telah berlari ke dalam labirin, sementara Sniff mengikuti secepat yang dia bisa.

Mereka segera berlari untuk menemukan Keju yang Baru.

Lama setelah itu, Hem dan Haw tiba di Stasiun Keju C. Mereka ga pernah memperhatikan sekeliling dan selalu merasa yakin bahwa Keju mereka akan selalu ada disana.

Mereka ga siap akan apa yang mereka hadapi.

“APA….? Ga ada Keju?”, teriak Hem.
“Arggghhh…..Ga ada Keju? Ga ada Keju?”

Hem terus berteriak-teriak, seakan-akan bila ia teriak sedemikian kencang, seseorang akan mengembalikan kejunya ke tempat itu.

Who Moved My Cheese?”, teriaknya

Akhirnya, dia berkacak pinggang, wajahnya memerah, dan berteriak sekuat tenaga:

“INI GA ADIL..!”

Haw hanya terdiam tak percaya. Dia juga yakin bahwa akan menemukan keju di Stasiun Keju C. Dia berdiri terus, membeku karena shock. Haw tidak siap akan hal ini. Hem meneriakkan sesuatu, Haw tidak mau mendengarnya. Dia tidak mau menghadapi apa yang ada didepannya, jadi dia hanya diam tak berdaya.

Tindakan para kurcaci tidak bisa dibilang menarik, tapi hal ini bisa dimengerti. Menemukan keju bukanlah pekerjaan mudah. Demikian pula bagi para kurcaci.

Untuk beberapa orang, menemukan keju berarti memiliki harta yang berlimpah. Untuk orang lain, dapat berarti menikmati hidup.

Bagi Haw, memiliki keju berarti merasa aman, dicintai, dan nyaman serasa dirumah.

Bagi Hem, Keju telah menjadi kekuasaan yang berlimpah, seakan memiliki villa mewah di puncak bukit.

Para kurcaci tidak bisa mempercayai hal ini. Mereka merasa diperlakukan tidak adil.
Kenapa ini semua bisa terjadi? tidak ada yang memperingatkan mereka sebelumnya.
Ini ga benar. Ini bukanlah sesuatu yang seharusnya terjadi.

Hem dan Haw pulang kerumah malam itu, lapar, dan sedih. Sebelum pulang, Haw menulis di dinding:

Semakin penting arti Keju bagimu,
Semakin besar keinginanmu untuk mempertahankannya.

Esok harinya, Hem dan Haw kembali ke Stasiun Keju C, berharap bahwa keju mereka telah kembali. Situasi tidak berubah tentu saja, ga ada keju disitu.

Haw menutup mata dan telinganya rapat-rapat. Dia tidak mau tau bahwa sebenarnya persediaan keju berkurang perlahan-lahan. Dia percaya semua keju itu hilang tiba-tiba.

Hem menganalisa situasi berulang kali dengan kemampuan otaknya yang kompleks.

“Kenapa mereka melakukan ini pada saya?”
“Apa yang sebenarnya terjadi?”

Akhirnya Haw membuka mata, dan memandang berkeliling.

“Ngomong-ngomong, kemana Sniff dan Scurry?”
“Apakah mereka tau sesuatu yang kita tidak tau?”

Hem menggeleng,

“Mana mungkin”
“Mereka hanyalah tikus biasa, mereka hanya merespon apa yang terjadi”
“Kita adalah kurcaci, kita jauh lebih pintar dari mereka”
“kita hars bisa memecahkan masalah ini”

“Aku tau kita lebih pintar”, kata Haw
“Tapi kita tidak berlaku pintar saat ini. Ada yang berubah, Hem. Mungkin sebaiknya kita perlu melakukan suatu perubahan juga”

“Kenapa kita harus berubah?”, tanya Hem
“Kita kurcaci, kita spesial. Hal-hal begini ga seharusnya terjadi pada kita.
Atau paling tidak, seharusnya kita mendapatkan kompensasi atas hal ini”

“Kenapa kita harus dapat kompensasi?”, tanya Haw

“Karena kita berhak”, klaim Hem

“Berhak atas apa?”, Haw ingin tau

“Kita berhak atas Keju Kita”

“Kenapa?”

“Karena, kita tidak menyebabkan hal ini terjadi”, kata Hem
“Orang lain yang melakukannya, dan kita seharusnya mendapatkan kompensasi atas hal ini”

Haw menyarankan,

“Mungkin kita sebaiknya berhenti menganalisa situasi terus menerus dan mulai mencari keju yang baru?”

Oh, NO“, Hem tidak setuju.
“Aku akan menyelediki hal ini sampai tuntas”

bersambung ah, capek ngetiknya…

Entry filed under: cerita-cerita. Tags: .

Kudu pulang.. Anarkis

1 Komentar Add your own

  • 1. bqicgi  |  Juli 21, 2006 pukul 5:45 am

    vxlrfwoinq

    tlubdklngw obyeotedoi kczcknvr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Juni 2006
S S R K J S M
    Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Pos-pos Terbaru

Dah dikunjungin sebanyak:

  • 56,514 hits

%d blogger menyukai ini: